Minggu, 17 Oktober 2010

ARSITEKTUR KOGNITIF

Asumsi arsitektural yang mendasari permodelan kognitif Problem Space Model Dalam ilmu komputer, problem biasanya dijabarkan sebagai pencarian ke setiap state yang memungkinkan dari beberapa state awal ke state goal,keseluruhan state ini berikut transisinya biasa juga disebut state space. Proses pencarian solusi biasanya disebut Problem space. Setelah problem diidentifikasi dan sampai pada solusi (algoritma), programmer kemudian merepresentasikan problem dan algoritma ke dalam bahasa pmrograman yang dapat dieksekusi pada mesin untuk mencapai state yang diinginkan. Interactive Cognitive Sub-systems (ICS). ICS membentuk sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. ICS memandang user sebagai mesin pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan di dalam user itu sendiri. ICS menggunakan dua tradisi psikologi yang berbeda didalam satu arsitektur kognitif. Pertama pendekatan arsitektural dan general-purpose information processing, kedua, karakteristik pendekatan komputasional dan representasional.

Arsitektur kognitif interacting cognitive sub-systems(ICS) diperkenalkan oleh Barnard.ICS merupakan model persepsi kognitif dan aksi,yang berbeda dengan model lainnya,jika model lain menghasilkan deskripsi user dalam lingkup urutan aksi yang yang dilakukannya,ICS memberikan pandangan terhadap user secara menyeluruh sebagai mesin pengolah informasi.Penekanannya pada bagaimana mudahnya suatu prosedur tertentu jika mereka dibuat otomatis.


Arsitektur ICS terdiri dari sembilan subsistem aktivitas yang terkoordinasi,yaitu lima subsistem peripheral yang berinteraksi secara fisik dengan dunia luar dan empat subsistem pusat yang berhubungan dengan proses mental.Masing-masing subsistem memiliki struktur generik yang sama dan dideskripsikan dalam lingkup input dan output yang diketikan serta memori untuk menyimpan informasi yang diketikan.Setiap subsistem dispesialisasikan untuk menangani proses internal atau eksternal.Sebagai contoh,salah satu subsistem perpheral adalah sistem visual untuk menangkap apa yang dilihat di dunia dan salah satu subsistem pusat adalah yang digunakan untuk memproses informasi proporsional,menyimpan atribut dan identitas entitas serta hubungan antar entitas.Contoh informasi proporsional misalnya kita mengetahui suatu kata tertentu yang memiliki empat suku kata,dimulai dengan huruf "P" dan berkaitan dengan sebuah area di pusat kota London.

Salah satu fitur yang dimiliki oleh ICS adalah kemampuannya untuk menerangkan bagaimana user memrosedurkan sebuah aksi,seorang ahli dapat melakukan urutan tugas yang rumit dengan mudah sementara seorang awam harus dengan hati-hati memperhatikan tiap tahapannya.Sebagai contoh anda dapat membedakan seseorang yang telah terbiasa menggunakan mesin ATM untuk melakukan transaksi perbankan dengan seorang yang belum pernah atau jarang menggunakannya.Seorang ahli dapat mengenali situasi tugasnya dan melaksanakannya aksi yang sudah menjadi baku atau prosedur berdasarkan pengalaman dan mencapai tujuan,perilaku yang sudah terprosedurkan akan mengurangi kesalahan.


Desainer sistem interaksi yang baik akan membantu user memprosedurkan interaksinya dengan sistem dan mendesain interface yang menyarankan user melakukan aksi yang memiliki respon telah terprosedur,oleh karena itu ICS dikenal sebagai alat perancangan yang berperan sebagai sistem pakar bagidesainer dalam membuat interface.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai kognitif, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/4275/1/DESIGN5.pdf
    semoga bermanfaat yaa :)

    Balas

    BalasHapus